INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis mengatakan kebijakan pembatasan BBM subsidi yang dilakukan pemerintah diperkirakan tidak akan optimal.
Kebijakan yang akan dimulai pada 1 April 2012 adalah pembatasan konsumsi premium dan konversi BBM subsidi ke BBG. Namun menurut Harry Azhar Azis isu yang berkembang saat ini ada tiga hal, yaitu kenaikan BBM subsidi, pembatasan BBM subsidi, dan konversi BBM subsidi ke BBG.
Ketiga hal tersebut oleh pemerintah tiga isu tersebut digabung, sehingga nantinya tidak mendapatkan hasil yang optimal. "Harus dicari opsi yang paling terbaik sehingga ada pencapaian yang optimal nantinya," katanya kepada INILAH.COM, Minggu (22/1).
Dalam UU APBN 2012 sendiri tidak ada pernyataan yang mengenai kebijakan menaikkan BBM, kalau pun pemerintah benar-benar ingin menaikkan BBM, maka yang harus dilakukan mengubah UU APBN-P 2012.
Harry menjelaskan, jika kebijakan yang diambil tetap konversi BBM subsidi ke BBG, maka yang harus dilihat tingkat efisiensinya. Masalah yang akan timbul seperti kendaraan bermotor yang tidak bisa dialihkan dari BBM ke BBG dengan menggunakan alat converter kit.
"Dan pastinya harus ada tambahan belanja pemilik mobil dalam melakukan konversi BBM ke BBG, kalau pun tidak memiliki tambahan belanja maka dampak yang ditimbulkan itu sama saja, hasilnya akan nihil," tegasnya. [hid]