DR. HARRY AZHAR AZIS, MA | WAKIL KETUA KOMISI XI DPR RI I DPP GOLKAR 2009 - 2015
Populer dilihat
Situs lain
APBN-P TAHUN 2010 SEPAKATI BELANJA NEGARA Rpl.126,1 TRILIUN

Ketua Badan Anggaran DPR, DR. H. Harry Azhar Azis, MA mengatakan, dalam membahas RUU APBN-Perubahan tahun 2010 Badan Anggaran DPR dan Pemerintah bersepakat Belanja Negara sebesar Rpl.126,1 triliun, dimana Belanja Pemerintah Pusat Rp781,5 triliun dan Transfer ke Daerah Rp344,6 triliun. Berdasarkan jenis belanja, Belanja Pemerintah Pusat terdiri atas

 

1. Belanja pegawai sebesar Rpl62,4 triliun.

2. Belanja barang sebesar RpllO,6 triliun.

3. Belanja modal sebesar Rp88,l triliun

4. Pembayaran bunga utang sebesar RplO5,7 triliun.

5. Belanja Hibah sebesar RpO,2 triliun.

6. Bantuan Sosial sebesar Rp69,7 triliun.

7. Belanja Lain-lain sebesar Rp32,8 triliun.

8. Subsidi sebesar Rp201,3 triliun.

 

Subsidi energi disepakati sebesar Rpl43,9 triliun, terdiri atas Subsidi BBM, LPG BBN sebesar Rp88,9 triliun, dan Subsidi Listrik Rp55,l triliun. Untuk subsidi BBM terinci sebagai berikut Subsidi BBM, LPC dan BBN berdasar pada volume subsidi BBM 36,5 juta kilo liter, LPG 2,97 miliar kg, dan alpha BBM rata-rata Rp556,0/liter.

 

Pemerintah diberikan diskresi melakukan efisiensi subsidi BBM, LPG, dan BBN dan penghematannya dimasukkan dalam SILPA tahun 2010. Perolehan dari temuan BPK dalam subsidi BBM, LPG, dan BBN tahun 2005-2009 dimasukan dalam anggaran subsidi tahun 2010. Jika dalam 1 bulan harga rata-rata ICP di atas 10% asumsi dasar, Pemerintah berwenang menyesuaikan harga BBM dalam negeri. Subsidi hanya dibayarkan sesuai volume subsidi BBM yang disepakati. Apabila kebutuhan volume BBM meningkat karena aktivitas ekonomi, penambahan subsidi dimungkinkan dengan persetujuan DPR.

 

Catatan Walaupun belum disetujui. Pemerintah dan DPR memahami usulan PT Pertamina (Persero) untuk tambahan alpha PSO BBM Rpl00,O/Liter. Untuk Subsidi Listrik, disepakati sebagai berikut Penyesuaian tingkat kenaikan Tarif Dasar Listrik tahun 2010. Pengurangan subsidi Rpl triliun dari penyesuaian batas hemat tarif keekonomian untuk pelanggan 6.600 VA, dari 50% menjadi 30%. Pemberian margin PT PLN (Persero) sebesar 8% dengan skenario 8% tahun 2011 dan 3% tahun 2012. Pembelian BBM (HSD, MFO, dan IDO) oleh PT PLN (Persero) dari PT Pertamina (Persero) dengan harga sebesar MOPS+5%. Optimalisasi penggunaan sumber-sumber energi primer antara lain melalui:

 

- sumber energi primer selain BBM yang harganya lebih murah. - maksimalkan pembelian BBM (HSD, MFO dan IDO) oleh PT PLN (Persero) dari selain PT Pertamina (Persero) dengan harga lebih baik. Penyediaan cadangan risiko fiskal Rp2,5 triliun guna mengantisipasi kekurangan pasokan gas untuk PT PLN (Persero).

 

Subsidi Non-Energi disepakati Rp57,3 triliun, terdiri atas Subsidi pangan sebesar Rpl3,9 triliun. Subsidi pupuk sebesar Rpl8,4 triliun. Subsidi benih sebesar Rp2,3 triliun. Subsidi/bantuan PSO sebesar Rpl,4 triliun. Subsidi Bunga Kredit Program sebesar Rp2,9 triliun. Subsidi Pajak sebesar Rpl8,4 triliun.

(Dm)

| Created by : Admin | Viewed : 995
Form Komentar
Name:
Email:
Display email Yes No
Homepage:
Subject:
Message:
Verification:
Jul 2014
Sun Mon Tue Wed Thur Fri Sat
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
Agenda
Artikel
Visitor
Today : 659
Yesterday : 892
This month : 17190
This year : 542600
All : 1719935
Terbaru